Cuaca ekstrem yang diringi oleh hujan salju yang melanda sebagian
wilayah Eropa, beberapa hari belakangan, mengakibatkan sebayak 11 ribu
orang penduduk desa terpencil di Serbia, terisolasi.
Layanan darurat Serbia mengatakan, situasi masyarakat yang tinggal di
dekat perbatasan Serbia, Kosovo, dan Montenegro, sangat serius, akibat
terjangan salju. Banyak dari mereka yang jatuh sakit, khususnya bagi
mereka yang sudah uzur, enam orang dilaporkan tewas di wilayah itu.
Menurut pemberitaan BBC, Jumat (3/2/2012), otoritas Serbia
telah mengerahkan, helikopter untuk mengevakuasi masyarakat keluar dari
wilayah terisolasi, selain mendistribusi makanan, dan obat-obatan.
Salju mulai menutupi wilayah Serbia pada tanggal 7 Januari kemarin,
walau sempat berhenti, diperkirakan salju akan kembali mengguyur Serbia
dengan intensitas lebih tinggi.
Hinggi kini dilaporkan sudah 164 orang meninggal dunia di seluruh
Eropa akibat cuaca ekstrem. Di Ukraina 65 orang meregang nyawa, di mana
47 di antaranya merupakan tunawisma, sementara lainnya meninggal di
kediaman mereka, atau di rumah sakit akibat radang dingin dan
hipotermia.
Pejabat kesehatan Ukraina mengatakan, lebih dari 1.100 orang
menderita hipotermia dan radang dingin selama enam hari terakhir, 900
dari mereka dirawat di rumah sakit.
Di Polandia, sebanyak 29 orang meninggal dunia karena kedinginan,
menurut situs berita Radio Polandia, suhu anjlok hingga -34 derajat di
bawah nol Celcius di pegunungan Bieszczady di tenggara Polandia semalam. (cnn/bbc)
Comments
Post a Comment